ABDUL MUKID/BeritaMadura.id
SUASANA PONDOK: Majelis Kyai Pondok Pesantren Al Amin Prenduan saat acara dengan Silaturrahmi Wali Santri di Geserna TMI Putri Pondok Pesantren Al Amin Prenduan, Minggu (3/3) pagi.

BeritaMadura, SUMENEP-Pondok pesantren kini semakin terarah menjadi kawah candradimuka bagi generasi masa depan. Pasalnya, selama di pondok pesantren berbagai kegiatan bernada disiplin keras diterapkan sebagai pembelajaran.

Tak ayal, berbagai kegiatan pondok pesantren dinilai dekat dengan kedisiplinan. Mulai dari kegiatan belajar mengajar, kegiatan ekstra kurikuler, maupun praktik lapangan. Karena itulah, santri senantiasa dituntut memegang disiplin yang diterima.

Oleh karena itulah perlu kerja sama pihak pondok pesantren dengan wali santri. Hal inilah yang mendadari pihak pondok untuk senantiasa membangun komunikasi intensif dengan wali santri. Seperti yang dilaksanakan Pondok Pesantren Al Amin Prenduan, Minggu (3/3) pagi.

Kegiatan bertajuk Silaturahmi Wali Santri Bersama Majelis Kyai tersebut digelar di Geserna TMI Putri Al Amin Prenduan. Hadir dalam acara dimaksud antara lain Majelis Kyai dan Pengasuh seperti KH Ghozi Mubarak, KH Ahmad Fauzi Tidjani, KH Fikri dan beberapa kyai lainnya.

Dalam paparannya KH Ghozi Mubarak mengatakan, perlu kerjasama dengan wali santri agar senantiasa menjaga prinsip yang dijalani di pondok. Selain itu, agar menjaga anak didik tidak merusak apa yang sudah ditanamkan selama di pondok.

“Menjaga kebiasaan di pondok selama di rumah, harus bersosialisasi dengan masyarakat sebagai bagian pembelajaran langsung dengan masyarakat,” ujar KH Ghozi Mubarok dalam acara yang dilanjutkan penyerahan santriwati kepada wali santri dalam rangka libur pondok itu.

Senada dengan KH Ghozi Mubarok, Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Prenduan KH Ahmad Fauzi Tidjani meminta agar wali santri lebih peduli kepada anak didik. Terutama menyangkut keinginan adanya pengabdian oleh santri di tengah masyarakat.

“Perlu menjaga pengabdian santri saat di tengah masyarakat. Perlu kita kawal saat berada di masyarakat, agar tetap terjaga disiplinnya,” kata KH Ahmad.

Putra almarhum KH Ahmad Tidjani itu mengharapkan agar wali santri dijaga agar tidak selalu berhubungan dengan HP. Selama ini HP cenderung menjadi sumber penyakit bagi santri karena membahayakan. “HP cenderung jadi sumber masalah, bisa buka macam-macam,” tegasnya.

Ditambahkan, selama berada di masyarakat santri juga menjadi duta pondok. Oleh karenanya harus dijaga oleh santri agar senantiasa menerapkan kedisiplinan. Sehingga selama berada di tengah masyarakat senantiasa tetap menjalankan kebiasaan pondok.

Kegiatan Silaturrahmi Wali Santri Bersama Majelis Kyai Pondok Pesantren Al Amin Prenduan Putri dihadiri wali santri. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Nusantara. Mulai dari Madura, Jawa hingga Kalimantan maupun Sumatera dan lain sebagainya. (ahy)

By adminbm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *