FOTO: ISTIMEWA

MACET: Banjir yang menerjang kawasan Arosbaya membuat perjalanan terganggu dari siang sampai tengah malam.

Ribuan Warga Terdampak, Arus Lalu Lintas Macet Total

BeritaMadura.id, BANGKALAN-Curah hujan yang tinggi dari pagi hingga Selasa (12/3) siang berakibat debet air meningkat. Akibatnya tiga kabupaten di Madura, Bangkalan, Sampang dan Pamekasan, terjadi banjir luar biasa berdampak luas.

Dari pengamatan di lapangan, kondisi terparah terjadi di wilayah Bangkalan. Sedikitnya dua wilayah dikabarkan terendam banjir. Yakni, di sekitar Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Blega.

Dari dua wilayah tersebut kondisinya sama-sama berdampak luas pada aktivitas masyarakat. Banyak masyarakat terdampak terpaksa mengungsi menghindari banjir bandang tersebut.

Salah seorang warga Desa/Kecamatan Blega Sugianto menjelaskan, kondisi banjir kali ini termasuk dahsyat. Maklum, kondisi yang terjadi hampir tidak pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Banjirnya luar biasa, sekitar rumah saya sudah jarang terkena banjir. Baru sekarang ini sampai masuk ke dalam rumah, setelah banjir beberapa tahun silam,” bebernya.

Sejumlah warga terpaksa mengungsi akibat banjir tersebut. Banyak diantara warga terpaksa mengungsikan kendaraan bermotor serta barang berharga lainnya. “Warga terpaksa juga mengungsikan ternaknya, ada yang ditaruh di masjid,” ungkapnya.

Selama ini jika banjir melanda kawasan Blega, sejumlah titik lain relatif aman. Namun banjir kali ini juga terjadi di kawasan Kecamatan Arosbaya. Sehingga banyak yang semula berpikir menghindari macet daerah Blega terpaksa juga tersendat di Arosbaya.

Menurut penuturan sejumlah pengendara, banjir sekitar Arosbaya juga parah. Akibatnya banyak pengendara yang terpaksa berdiam diri di jalan yang aman banjir.

“Pikir saya menghindari Blega bakal aman, malah disini (Arosbaya) juga banjir dan macet sudah berjam-jam,” kata Satwiyanto, salah seorang wargq Desa Bluto, Sumenep, yang melintas di Arosbaya.

Di Sampang kondisinya juga relatif sama. Terutama di perbatasan dengan Bangkalan, tepatnya di Jrengik. Di pintu masuk Sampang itu banyak pengendara terpaksa menghentikan laju kendaraannya. Maklum, air menggenangi jalur jalan nqsional itu.

“Ketinggian air sampai lebih dari 1 meter. Kalau memaksa terus ya macet,” kata Yanto, pengendara truk asal Pamekasan yang hendak ke arah Surabaya.

Sedangkan di Pamekasan banjir menerjang daerah perkotaan seperti di Jalan Trunojoyo. Sejumlah rumah mengalami banjir dimana air sampai masuk ke dalam rumah.

“Ini airnya sampai masuk ke rumah. Sudah lama tidak banjir, sekarang termasuk parah,” ungkap Suroso, warga Petemon Pamekasan.

Banjir juga dialami warga lainnya di bantaran sungai Kali Semajid. Tentu saja hal ini berdampak bagi warga di sebagian besar Kecamatan Kota Pamekasan dan Kecamatan Pademawu.

Koordinator Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Budi Cahyono mengatakan, pihaknya sudah bergerak cepat. Terutama dalam hal mengurangi dampak langsung yang dirasakan masyarakat di daerah terkena banjir. (Abd. Mukid)

By adminbm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *